Sumba Barat Menerima Bantuan Modal BUM Desa Rp. 500 Juta Dari Kemendes PTT

Waikabubak DPMD. Sebanyak 10 Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) di Kabupaten Sumba Barat menerima tambahan permodalan sebesar masing-masing Rp. 50 Juta dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dari total bantuan Rp. 500 Juta.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Komisi V DPR RI Farry Djemy Francis kepada Bupati Sumba Barat  Agustinus Niga Dapawole di Aula Kantor Bupati Sumba Barat Jumat (2/11/2018) dengan turut disaksikan oleh Direktur Pendayagunaan SDA dan TTG Ditjen PPMD Kemendes PDT&T Ir. Samy Leroy Uguy, PhD. Hal tersebut dilakukan di sela-sela  kunjungan kerja Ketua Komisi V DPR RI Farry Djemi Francis beserta rombongan dalam rangka kunjungan kerja Komisi V DPR RI di wilayah Sumba.

Dikatakan oleh Fary, bahwa dari sejumlah BUM Desa yang telah dibentuk di Sumba Barat, bantuan permodalan tersebut diprioritaskan bagi 10 BUM Desa yang telah berbadan hukum, memiliki jenis usaha, dan memiliki bussines plan. Fary menambahkan bahwa bantuan permodalan tersebut diharapkan dapat menstimulasi berbagai aktivitas BUM Desa di Sumba Barat.

Sebelumnya, Bupati Niga menjelaskan bahwa jumlah dana desa di Kabupaten Sumba Barat Tahun 2018 sebesar Rp. 67.192.170.000 telah ditransfer ke Rening Kas Desa sejumlah Rp 40.315.302.000 (TahapII). Sedangkan Dari total dana tersebut telah dianggarkan Rp. 12.988.429.333 untuk membayar pekerja (HOK) atau setara dengan 2.063 pekerja. “Pada berbagai kesempatan saya selalu mengingatkan kepada para kepala desa agar jangan main-main dengan dana desa, tidak boleh menggunakan alat berat bagi pekerjaan yang bisa dilakukan oleh masyarakat,” ujar Niga. Lebih lanjut Niga mengatakan bahwa pada tahun 2019 jumlah dana desa di Kabupaten Sumba Barat mengalami peningkatan menjadi Rp. 85.550.000.000.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan SDA dan TTG Ditjen PPMD Kemendes PDT&T Ir. Samy Leroy Uguy, PhD memaparkan progress pengelolaan dana desa tahun 2016 dan 2017. “Berdasarkan hasil evaluasi masih terdapat beberapa permasalahan yang terjadi Sumba Barat antara lain kasus perampokan dana desa di Desa Laboya Dete dan besarnya Silpa di Desa Tematana,” Lanjut Samy.

Samy juga mengingatkan para kepala desa, Dinas PMD dan pendamping professional agar selalu mengembangkan berbagai inovasi di desa serta menerapkan teknologi tepat guna.  Oleh karena itu Samy berharap agar kegiatan Bursa Inovasi Desa segera dilakukan di Sumba Barat.

Menjawab hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumba Barat, Jefry Dapamerang menjelaskan bahwa kasus perampokan tersebut sementara ditangani oleh Polres Sumba Barat.

Sedangkan mengenai besarnya Silpa di Desa Tematana dijelaskan Jefry bahwa telah terjadi penyelewengan penggunaan dana desa dan ADD pada desa tersebut yang menyebabkan ditundanya pencairan dana tahap II Tahun 2017. “Kasus ini sedang berproses di  tingkat Peradilan Tipikor Kupang,” kata Jefry.

Demikian pula mengenai Bursa Inovasi Desa, Jefry menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sudah dilaksanakan pada bulan Oktober yang lalu. “ Hasil dari Bursa Inovasi Desa tersebut telah menghasilkan banyak inovasi yang akan dintervensi dalam APB Desa tahun 2019 antara lain di bidang air bersih, pemberdayaan masyarakat dan lain-lain,” ujar Jefry.

Pada kesempatan itu pula diserahkan sejumlah bantuan antara lain bantuan dari Kementerian Perhubungan 1 unit bus sekolah.

Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada pihak Kemendes PDTT….. Bupati Niga berharap agar desa penerima bantuan tersebut dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dana tersebut untuk pengembangan BUM Desa

Acara tatap muka tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa dan Tenaga Pendamping Profesional P3MD.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.