Bupati Niga Tanda Tangani Komitmen Pelaksanaan Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting)

Jakarta,dpmdsb – Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole bersama 99 Bupati/Wakil Bupati yang merupakan 100 Kabupaten Prioritas,  menandatangani komitmen bersama untuk melakukan upaya percepatan pencegahan stunting di wilayah masing-masing, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Adapun Komitmen tersebut adalah :

Pertama,  Melaksanakan pertemuan daerah percepatan pencegahan stunting  bersama dengan seluruh organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa dan pihak terkait lainnya;

Kedua, Melakukan aksi konvergensi/integrasi program dan kegiatan yang terkait dengan percepatan pencegahan stunting di daerah;

Ketiga, Melakukan pengumpulan dan publikasi data stunting serta program-program percepatn yang sudah dilakukan secara berkala, dan menggunakan data sebagai dasar untuk melakukan perbaikan program

Keempat, Menyusun kebijakan kampanye perubahan perilaku dan komunikasi antar pribadi untuk percepatan pencegahan stunting

Kelima,  Meningkatkan peran desa dalam melakukan konvergensi/integrasi percepatan pencegahan stunting di daerah.

Deputi Kepala Sekretariat Wakil Presiden Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan/Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Bambang Widianto dalam sambutan penutupannya mengatakan bahwa untuk mempercepat pencegahan stunting diperlukan intervensi yang terkoordinir dan konvergen, yaitu sinergi lintas sektor dengan bersama-sama menyasar kelompok prioritas yang tinggal di desa dan perkotaan. “Intervensi program yang terkait dengan gizi, air bersih, sanitasi, perilaku hidup sehat, imunisasi, dan lain-lain, harus dilakukan secara konvergen mulai dari tahap perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi,” tegas Bambang Widianto.

Terkait dengan hal tersebut di atas, Bupati Niga menjelaskan bahwa Kabupaten Sumba Barat sudah melaksanakan beberapa program/kegiatan terkait dengan penanganan stunting. ” Hanya saja yang perlu kita perbaiki ke depan adalah agar program/kegiatan tersebut dapat terpadu antar pemangku kepentingan” ujar Niga. Oleh karena itu Bupati menginstruksikan kepada Bappeda dan perangkat daerah terkait agar segera melakukan aksi nyata terkait dengan komitmen tersebut.

Mengenai peran desa, Bupati Niga juga menginstruksikan kepada Kepala Dinas PMD agar segera mengawal proses perencaan yang sementara dilakukan di desa, agar dana desa tahun 2019 tidak hanya berfokus pada kegiatan fisik semata, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat termasuk pelayanan sosial dasar dalam rangka pencegahan stunting.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Sumba Barat, Jefry Dapamerang ketika mendampingi Bupati, kepada media ini menyatakan siap memfasilitasi desa dalam merencanakan program/kegiatan tersebut. “khusus penggunaan desa, Dinas PMD telah dari jauh hari berkomitmen terhadap penanganan stunting. Pada Bulan Oktober yang lalu telah dilaksanakan Bursa Inovasi Desa yang salah satu nya adalah desa telah berkomitmen untuk menganggarkan dana desa untuk mengakomodir pelasayanan sosial dasar,” tegas Jefry.

Rakornis tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas PMD  Jefry Dapamerang, Kepala Dinas PUPR Ir. Fredrik Gah, Kepala Dinas Kesehatan Drg. Bonar B. Sinaga M. Kes, dan Sekretaris Bappeda Ridho Djama Samani, S.KM.MSc.

You may also like...

2 Responses

  1. Silvester Nusa says:

    Bagus komitmen pak bupati.

  2. Jaya lalo says:

    Mantap….Lanjutkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.